Archive for November, 2011


Hari ini adalah hari terakhir aku mengajar di kelas. Seharusnya hari ini aku sudah digantikan oleh PM penggantiku untuk aktif di sekolah. tapi karena sesuatu hal, dia tidak bisa masuk sekolah hari ini. Jadi, karena mood mengajarnya sudah hilang, aku sengaja main-main saja dengan anak-anak hari ini. Hehe..

Sebelum masuk kelas, kebiasaanku hari Senin adalah memeriksa kuku anak-anak dan tes perkalian. Tak terkecuali hari ini, aku juga dengan setia melaksanakan kebiasaanku itu dengan anak-anak. Pagi ini kuku setiap anak bersih dan pendek. Dan hampir 100% mereka bisa menjawab pertanyaanku tentang perkalian dengan sekali jawab.

Perasaanku agak sentimentil ketika ketua kelas menyiapkan teman-temannya pagi ini. Berdiri siap grak! Ucapkan salam pada bu guru kita. Besok, bukan lagi bu guru, pak guru. Karena bu guru tidak akan mengajar lagi di kelas itu. Bu guru besok sore harus pergi meninggalkan Majene, menuju Makassar. Dari sana bu guru akan terbang naik pesawat ke Pulau Jawa, tempat bu guru berasal. Apalagi, setelah berdoa, anak-anak maju ke depan untuk memberikan hadiah perpisahan untukku. Di salah satu kado, tertulis

Tulisan Aswan

Huff, sudahlah..

Pelajaran pertama adalah Matematika. Alih-alih melanjutkan pelajaran tentang tangga ukur, aku meminta mereka menghitung jumlah uang tabungan mereka masing-masing. Setelah itu aku membagikan uang tabungan yang telah mereka kumpulkan selam hampir satu semester ini. Anak-anakku sekarang adalah anak-anak yang sangat rajin menabung. Bahkan ada anak yang tabungannya sampai Rp 150.000,00. Aku sangat kagum dengan ketekunannya.

Pelajaran berikutnya adalah Bahasa Indonesia. Pada hari sebelumnya aku sudah menyiapkan hadiah untuk setiap muridku. Yaaah, sebutlah hadiah perpisahan. Setiap anak mendapatkan paket hadiah yang terdiri dari buku tulis, pensil, pulpen, penghapus, tip-x, penggaris dan serutan, disertai dengan surat pribadiku untuk masing-masing dari mereka. Selain itu, beberapa anak yang pernah mendapatkan nilai ulangan 10, juga mendapat hadiah tambahan. Rasanya senang juga melihat wajah-wajah mereka yang sedikit sumringah ketika menerima hadiah. Setelah itu, kami duduk melingkar, dan aku meminta mereka menuliskan kesan dan pesan di kertas selembar yang kemudian aku baca secara random. Ini adalah beberapa contoh suratnya.

Pelajaran terakhir adalah SBK. Seminggu yang lalu, aku telah memberikan mereka tugas untuk membuat kalung dari sedotan yang dibakar. Hari ini mereka mengumpulkan tugas tersebut, plus mereka harus bergaya seperti model mengenakan kalung yang mereka buat. Ada yang malu-malu, tapi ada juga yang malah tidak cukup difoto satu kali.

Muridku Dewa

Muridku Hasra

Kami cukup bersenang-senang hari ini. Yaah, walaupun tadi pagi, aku adalah guru yang pertama datang. Walaupun hari ini hanya ada 3 guru di sekolah tanpa kepala sekolah. walaupun tidak ada acara khusus untuk melepasku seperti teman-teman PM yang lain. Tapi tak apa, hari ini, aku merasa cukup.

Advertisements

IMG_4567KECIL

IMG_4558KECIL

Muridku Dewa

IMG_1703

IMG_1702

IMG_1701

IMG_1700

IMG_1699

tulisan Aswan